Wordpress Themes Developer GuideThemes Wordpress pada umumnya menggunakan footer.php sebagai template dalam menghandle element-elemen footer page. Element yang terdapat pada footer page sendiri biasanya hanyalah berupa element footer dokument html serta tag-tag penutup dari tag yang dibuka pada file header.php misalnya tag </body> dan </html> yang digunakan untuk menutup tag <body> dan tag <html> pada header.php. template footer ini digunakan pada file seperti search.php, index.php, single.php, archive.php, dll dengan menggunakan fungsi get_footer(). adapun contoh minimalis penggunaan template footer.php adalah sebagai berikut.



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<div class="footer">
<p align="center">
  &copy; < ?= date('Y') ?>, 
  <a href="<?php bloginfo('url')?>" title="< ?php bloginfo('name')?>">
    < ?php bloginfo('name')?>
  </a>
</p>
</div>
</body>
</html>

Sedikit penjelasan mengenai beberapa bagian dan fungsi yang digunakan pada script footer.php diatas.

  • &copy; digunakan untuk membuat character copyright
  • date(‘Y’), fungs ini digunakan untuk menampilkan format tahun saat ini dalam format 4 digit.
  • bloginfo(‘url’), digunakan sebagai alamat url tujuan dari link yang dibuat.
  • bloginfo(‘name’), digunakan untuk menampilkan judul blog sebagai title dan text anchor dari link

Untuk menyertakan fungsi-fungsi khusus (diluar fungsi standar wordpress) maka diperlukan sebuah file dengan nama functions.php sebagai file penampung fungsi-fungsi tersebut. selain itu functions.php juga diperlukan untuk meregisterkan sebuah sidebar agar dapat menggunakan fitur dinamis widget pada sidebar tersebut.

Sebagian besar themes pada wordpress menggunakan sidebar navigator samping dari blog, dimana pada sidebar tersebutlah biasanya komponen (widget) seperti blogroll, tags cloud, archive link, category link, dll umumnya ditempatkan. Dalam penerapanya sidebar bersifat opsional, artinya bisa digunakan atau bisa juga tidak, tinggal bagaimana keinginan pemilik blog dalam mendesain themes dari blog wordpress miliknya. Wordpress mensuport beberapa macam penggunaan widget yaitu widget statis dan widget dinamis, bahkan penggunaan keduanya ( widget ststis dan dinamis) pun diperbolehkan. yang dimaksud widget statis disini adalah widget yang memang dipasangkan pada themes secara default dan tidak bisa diubah (ditambah atau dikurangi) melalui Dashboard administrator blog.

Sama seperti footer dan header sidebar.php juga umumnya disertakan dalam beberapa file seperti index.php, single.php, page.php, dll. untuk menyertakan sebuah sidebar file dapat diload denga menggunakan fungsi get_sidebar(). Jika sidebar yang ingin dibuat dapat menggunakan dinamis widget, maka diperlukan pendefinisian fungsi yang diterapkan dalam dinamis widget tersebut, sebaiknya tuliskan funsi tersebut pada file functions.php.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<div id="sidebar">
  <ul id="sidebarlist">
    < ?php 
    if(!function_exists('dynamic_sidebar')||!dynamic_sidebar()): 
    ?>
      <li>< ?php get_search_form(); ?></li>
      < ?php wp_list_pages('title_li=<h2>Halaman' ); ?>
    < ?php
    endif; 
    ?>
  </ul></div>

Sedikit penjelasan tentang beberapa fungsi yang digunakan pada script tersebut

  • function_exists(), digunakan untuk mengecek apakag fungsi dengan nama sesuai dengan argument yang diberikan yaitu dynamic_sidebar dapat digukana pada file tersebut.
  • dynamic_sidebar(), mencoba menggunakan funsi dynamic_sidebar sebagi kondisi untuk melakukan pengecekan
  • get_search_form(), digunakan untuk mengambil template form pencarian, template ini sudah ada dalam engine wordpress secara default sehingga tidak perlu didefinisikan kembali dengan sebuah file.
  • wp_list_pages(), digunakan untuk menampilkan listing halaman dalam sebuah urutan, dimana argument yang diberikan akan membuat sebuah heading text dengan value Halaman.

script tersebut adalah sebuah contoh sederhana dalam membuat sebuah file sidebar.php yang sudah mendukung penggunaan widget scara dinamis. secara default (sebelum dilakukan penambahan/pengurangan widget yang akan digunakan melalui Dashboard administrator panel) widget tersebut hanya akan menampilkan sebuah serach form dan listig dari page-page yang dibuat dalam blog. Namun tetap perlu ditambahkan fungsiĀ  untuk meregisterkan sidebar tersebut agar dapat menggunakan widget secara dinamis dengan menambahkan baris berikut dalam file functions.php.

1
2
3
4
5
6
7
8
if ( function_exists('register_sidebar') ) {
	register_sidebar(array(
		'before_widget' => '<li id="%1$s" class="widget %2$s">',
		'after_widget' => '</li>',
		'before_title' => '<h2 class="title">',
		'after_title' => '</h2>',
	));
}

Sedikit penjelasan tentang script tersebut, register_sidebar(), adalah fungsi yang digunakan untuk meregisterkan sidebar yang ada agar dapat menggunakan fitur dinamis widget pada wordpress, argument yang diberikan adalah bentuk pemformatan dari tiap listing dinamis widget yang akan diterapkan pada sidebar tersebutyang disimpan dalam sebuah variabel bertipe array.

Dengan menambahkan fungsi tersebut pada file functions.php maka sidebar pun sudah dapat menggunakan mode dinamis sidebar yang dapat dicustomize melalui blog Dashbord Administrator. format pada variabel-variabel array yang terdapat pada script tersebut pun boleh dicustomize agar lebih sesuai dengan penggunaan Cascading Stylesheet (CSS) yang diterapkan.